30

4869 Kata

“Dia inti dari pasukan, Yang Mulia. Biar aku menghabisinya jika kau mengizinkan,” ucap salah seorang dari pasukan bersiap memacu kudanya mendekati lawan. Pria yang disapa Yang Mulia itu mengangkat tangannya. Tanda menolak. Ia mengamati lawannya. Pemuda yang dimaksud berjarak tidak jauh darinya. Gagah berani yang dengan cepat membabat habis garis depan pasukan. Gerakannya yang lincah dan seruannya yang lantang menjadi penyemangat pasukan yang dibawanya. Sang raja merapatkan penutup wajahnya lantas bicara. “Awasi sekelilingku. Aku yang akan melumpuhkannya,” titah sang raja kemudian menyentakkan tunggangannya sambil mengangkat pedang. Bersamaan dengan diserukannya kalimat Allah yang langsung diikuti seluruh pasukan. Perang terbesar dalam sejarah daratan itu pun berkecamuk. Berbeda dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN