31

2846 Kata

            Arinda memandangi perhiasan yang oleh para dayang disematkan ke telinga, pergelangan tangan, leher, bahkan pergelangan kakinya. Di waktu kecil, ia sangat mendambakan mengenakan berbagai perhiasan cantik koleksi terbaik kerajaan. Tak jarang ia bersama anak perempuan lain berdandan layaknya pengantin wanita yang mendambakan menikah dengan ksatria gagah berani.             Sekarang, setelah ia dewasa, mimpi itu bukan hanya menjadi nyata. Lebih dari itu, yang meminangnya bukanlah ksatria biasa. Melainkan seorang raja ganas dari negeri seberang. Saat melihat pantulan wajahnya yang dibubuhi riasan sempurna, Arinda justru merasa seperti boneka yang dulu dimainkannya. Boneka yang tak bereaksi sedikit pun meski ia menumpahkan berbagai serbuk warna untuk mendandaninya.             Kini

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN