Gue nggak akan nyesel. Penyesalan gue adalah kalau sampai gue melewatkan satu detik perkembangan Rangga. Gue bakal nyesel kalau gue ngelepasin Rangga, gue akan nyesel kalau gue sampai kehilangan Rangga. Gue cuma peduli sama Rangga sekarang, cuma Rangga! April merapatkan tautan jemarinya pada milik Rangga. Matanya mengatup rapat-rapat, sebelum akhirnya terbuka kembali dengan setetes air mata. Dihirupnya tangan tak berdaya itu, menyalurkan segala keyakinan sekaligus kepedihannya. Harapan sekaligus kepasrahannya. Getaran dan isakan, berharap jiwa di dalamnya merasakan dan mampu bergerak bangkit menolongnya. Di sini, April membutuhkannya. Dia sudah memilih, untuk tidak meninggalkan jiwa itu. Dia sudah memilih untuk siapa dia tinggal. Dia sudah memilih, siapa yang dia inginkan untuk tetap ad

