Alfino memasuki ruangan Heka. Langkahnya ringan sambil bersenandung riang. Alfino disambut senyuman manis seorang wanita berwajah cantik, "Alfino ... senang melihatmu," ujar Heka menyongsongnya. "Kau senang melihatku atau senang karena kabar yang kubawa?" Alfino terkekeh pelan. Heka tertawa riang saat mendengar celotehan Alfino. Hatinya berbunga-bunga. "Mari Fin, duduk," wajah Heka tak lepas dari sumringah. Alfino duduk di sofa tamu, namun sebelumnya dia mengambil kotak kecil dari dalam tasnya. "Ini adalah jam tangan milik Rayhan," Alfino menyurungkan kotak kecil di atas meja. "Jadi kalian benar-benar berhasil? Aku sedikit tidak percaya saat kau mengatakannya," Heka membuka kotak itu. Matanya berbinar, dia ingat seringkali melihat Rayhan mengenakan jam itu saat mereka bertemu. "

