Rayhan tersenyum memandangi istrinya, di mata Rayhan, Mia luar biasa. Mia bukanlah wanita tanpa kekurangan, namun Rayhan sangat mencintainya. Dia memaklumi segala kekurangan istrinya. Tiga mingggu telah berlalu sejak kejadian Mia mengamuk di GVS. Dia terlihat semakin membaik. Keceriaan kembali mengisi hari-harinya. Tentu saja itu tak lepas dari usaha Rayhan yang selalu berusaha membuat Mia bahagia. Tak jarang, dia bertingkah konyol demi membuatnya tertawa. Bagi Rayhan senyuman Mia adalah kebahagiaan. Sentuhan lembutnya adalah oase, persaingan bisnis yang keras seringkali membuat kepalanya terasa panas. Ucapan cintanya bagai embun pagi yang sejuk. Pelukannya adalah sinar mentari pagi yang hangat setelah dinginnya udara malam. Mia adalah napasnya dan detak jantungnya. Rayhan tak mengerti ke

