BAB 51. POTONGAN

1516 Kata

Yosef menatap dalam wajah Rayhan. Entah apa yang dia cari, namun sepertinya dia mencari setitik rasa bersalah yang mungkin terbias di wajah Rayhan. Sayangnya, Yosef harus menelan kekecewaan. Wajah itu tak menunjukkan perasaan apa pun. Terkecuali keelokan rupanya yang terlihat semakin bersinar di bawah naungan sinar sang rembulan. Yosef terdiam membisu. Semua pertanyaan yang hampir keluar dari mulutnya, dia telan kembali dengan susah payah. Perasaannya berkecamuk bagai di hantam badai. Siapa yang tidak begitu? Dia baru saja menyaksikan segerombolan 'aset melata' milik Rayhan berebut makanan segar. Rayhan sangat pandai membuatnya trauma pada banyak hal. Dia akan berpikir jutaan kali untuk memakai hasil dari kulit buaya itu. Dia akan selalu ingat, mereka pernah memakan nutrisi yang berbeda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN