Kilasan

1499 Kata
Didalam mobil yang dikendarai langsung oleh Nicholas itu Celine duduk bersebelahan. Pertama, memang Nicholas tidak mau terlihat seperti supir bila Celine duduk dibelakang, kedua... Celine memeriksa jadwal Nicholas. Disitu tertera 'Makan siang bersama tunangan' Yaps.. sekarang Celine yang duduk disampingnya adalah sebagai tunangannya bukan sebagai anak magang. "Jadwal macam apa ini Pak?" "Jadwal semacam itu lah" "Maksud saya.. saya kan sedang bekerja sebagai anak magang" "Maka dari itu lupa sejenak formalitas kita Honey. Aku sekarang disini sebagai tunanganmu, bukan bosmu" "Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu Nick?" "Untuk apa aku menggaji karyawan jika untuk makan siang dengan tunanganku saja tidak bisa?" Heh.. Orang ini sepertinya punya kepribadian ganda. Sebegitu mudahnya kah dia berubah? Padahal jelas-jelas tadi dia marah dan berkata dengan sinis sekarang tiba-tiba berubah jadi manis. Beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah mall besar di kawasan Jakarta. Nicholas dengan manis membantu Celine melepaskan Selfbelt dan membukakan pintu "Apakah ada yang sedang mengikuti kita Nick?" Tanya Celine terheran melihat tingkah Nicholas, ia yakin ada mata-mata atau bodyguard Papi Rendra yang membuntuti mereka. Karna hanya itu satu-satunya alasan yang membuat Nicholas melakukan hal selayaknya kekasih. Dan itu seakan dibenarkan karna Nicholas tak kunjung menjawab pertanyaaannya, dia justru terus menggandeng tangan Celine memasuki supermall itu. Gerai ponsel? Batin Celine. "Kau bilang kita akan makan Nick?" "Ck.. tidak sabaran sekali, kau boleh memakan ponsel disini sebagai pengganjal perut karung bolongmu sebelum kita ke restoran jika memang kau sudah sangat lapar." Pria gila.. dia pikir aku apa? Aku kira dia sudah berubah manis. Ternyata.. manisnya tidak seasli le mineral yang diambil dari pegunungan. Salah satu karyawan pria menghampiri mereka "cari ponsel apa pak?" "Yang terbaik diantara yang terbaik" Karyawan itu menawarkan "Bagaimana dengan yang ini? Keluaran versi terbaru. Boyband korea yang sedang hits bahkan jadi ambasadornya." Karyawan itu juga menjelaskan secara detail kelebihan dan power yang dimiliki barang dagangannya. "Ya sudah saya ambil yang ini saja" Saat Celine mendengar harga ponsel itu seketika ia berteriak "Tidak tidak.. aku tidak mau.. itu terlalu mahal!" Tolak Celine dengan lantang didepan para karyawan toko. Tentu saja itu membuat harga diri Nicholas seakan tenggelam. Percuma penampilan perlente jika membeli ponsel seharga enam belas juta saja ia tidak mampu. Ya ampun.. gadis ini tidak mengerti apa. Nicholas yang membawanya tentu saja dia yang akan membayarnya kenapa juga harus ribut soal harga saat dia tidak perlu mengeluarkan uang miliknya sedikitpun. Calon istri pelit dimasa depan. "Honey.. kau itu calon menantu keluarga Bagaskara. Apa kau pikir aku tidak mampu membeli ponsel ini?" Tutur Nicholas mencoba sabar "Tapi Nick-" Nicholas memberi tatapannya. Bersyukur karna Celine sudah hafal arti tatapan itu, pria itu sudah tidak ingin dibantah lagi. "Baiklah.. aku terima" ucap Celine setengah terpaksa. Oh ayolah.. dia ini tahu rasanya terpuruk, saat inunbya meninggal, kakaknya masuk penjara dan perusahaan mengalami inflasi. Semua tragedi itu datang begitu cepat. Hingga ia tidak tahu apa yang harus ia benahi terlebih dulu untuk mempertahankan perusahaannya, ia beruntung paman dan bibinya bersedia mengurusnya. Juga membantu mempertahankan perusahaan orangtuanya agar tidak bangkrut selama sang kakak dalam tahanan. Kini kakaknya mulai merintis untuk membangun kembali perusahaan peninggalan orang tua mereka, meskipun masih banyak yang meragukannya. Dan Celine... yang sudah lama tidak memakai barang-barang semahal itu merasa sudah terbiasa dengan kehidupan barunya. Celine berjalan melihat-lihat lagi ponsel-ponsel yang dijajarkan toko disana sementara Nicholas menyelesaikan urusan transaksi. "Bisa kau pasangkan ini sebelum mengaktifkan ponselnya" ujar Nicholas pada salah satu karyawan disana. Pria itu mengeceknya sebentar sebelum mengulum senyum, lalu mengangguk menyatakan bahwa ia sanggup melakukannya. Setelah selesai membeli ponsel baru mereka masih bergandeng tangan menuju lantai atas. Percaya atau tidak tangan ini, tangan lelaki yang menggenggamnya ini tidak terlalu erat tapi juga tidak terlalu longgar, namun Celine tidak menampik rasanya genggaman tangan Nicholas membuat hatinya berdegup. Ayo lah Cel.. ini hanya pegangan tangan, kau bahkan sudah berciuman dengannya. Pantaskah hatinya merasa seperti ini? Boleh kah? Tiba-tiba langkah mereka terhenti, Nicholas membawanya masuk ke sebuah galeri alat musik. Segala macam jenis alat musik tersedia disana. Ia bisa melihat binar di mata Nicholas. Dia baru tahu, ternyata Nicholas menyukai alat musik atau memang dia menyukai musik. Setelah puas melihat dan membeli beberapa alat. Yang mana menurut Celine itu bukan membeli melainkan memborong, bagaimana tidak jika yang ia beli adalah gitar archtop, gitar resonator, digital upground piano, serta sebuah saxophone yang Celine juga sudah lupa namanya. Kini mereka sampai juga di sebuah restoran italia. Mereka duduk disalah satu sudut. Musik dan makanan itali? Sepertinya Nicholas mempunyai selera yang sama denganku. Mendengar batinnya berbicara sendiri Celine pun tersenyum sendiri. Itu membuat Nicholas memandangnya aneh. "Apa ada yang lucu?" "Ah tidak.. aku hanya heran kenapa kau memilih makanan italia sebagai menu makan siang kita?" "Aku hanya sedang ingin saja." Celine mengangguk paham, tak lama berselang pelayan datang membawakan menu. "Satu Fettucine Carbonara dan honeycomb shakes" Waw.. bahkan makanannya yang dia pesan sama dengan apa yang ku pikirkan. Astaga seandainya semua ini bukan perjanjian, dia akan percaya bahwa orang dihadapannya ini adalah jodohnya Celine kembali menyunggingkan senyum. Pelayan pun selesai menulis pesanan Nicholas, ia sudah bersiap memesan "Aku sa-" "Dan satu spagettie seafood serta lemon lime and bitter sudah cukup terima kasih" potong Nicholas memilih pesanan berikutnya. Celine speechles Setelah pelayan itu mencatat semua dan mengulang kembali pesannya yang mana sudah disetujui oleh Nicholas. Ia pun pergi menuju dapur Celine protes "Nick aku tidak bisa makan seafood" "Aku tahu, yang terakhir itu untukku." "Lalu aku makan apa?" Tanya Celine mengingat dia belum memesan apapun sedangkan pelayan sudah pergi mempersiapkan pesanan. Sungguh.. dia sudah lapar, apa lagi tadi pagi tidak sempat sarapan dikarnakan kesiangan. "Kau makan pesanan pertama" "Hah?" Celine menautkan keningnya bingung. Ia kira pesanan pertama adalah punya Nicholas hingga ia berfikir selera mereka sama, ternyata tidak. Celine kembali tersenyum miris mengingat hatinya yang sempat merasa mereka mempunyai kecocokan. Eh tunggu dulu... jika memang pesanan awal adalah miliknya bagaimana Nicholas bisa tahu makanan favoritnya? "Bagaimana bisa kau berfikir aku akan memakan pesananmu?" "Tentu saja karna kau tidak bisa makan seafood" Nicholas bahkan mengetahui ia alergi seafood, ah.. pasti dia sempat mendengar obrolannya dengan Nathan. "Hanya itu? Bagaimana jika-" "Jika kau tidak mau memakannya kau boleh memesan yang lain" sergah Nicholas dengan judesnya Celine pun memilih diam. Mungkin dia memang terlalu penasaran akan hal yang sebenarnya sepele dan bisa saja karna kebetulan. Tidak baik memperkarakan makanan bukan? Makanan itu untuk dimakan. Baiklah.. cukup untuk rasa penasaran itu. Celine harus memastikan kesamaan lain yang ada dipikirannya. "Apa kau suka musik Nick?" "Aku suka. Meski orang tuaku bilang seni itu aneh, tapi kau tidak bisa melarang hatimu untuk menyukai sesuatu atau seseorang bukan" "Aku setuju.. aku juga suka menyanyi tapi aku tidak berani mengambil posisi itu sebagai masa depanku, sangat sulit untuk menjadi seorang penyanyi, seleksinya ketat. Jadi aku hanya bisa menjadikannya hobi" "Selain bernyanyi kau suka apa lagi?" "Aku suka pemandangan langit malam, bulan, bintang" "Apa kau suka olah raga?" Nicholas kembali bertanya "Aku tidak terlalu mahir dibidang olah raga, bahkan aku pernah tenggelam dikolam renang saat masih TK. Bagaimana denganmu?" "Aku suka berkuda dan memanah." "Kenapa memanah?" Tanya Celine "Entah.. mungkin karna aku suka menembakan cin-" "Cinta dihati seseorang" sambung Celine sebelum Nicholas sempat menyelesaikan kalimatnya. Deg deg deg deg.. jantung Celine tiba-tiba berdetak cepat, kepalanya pusing. Di otaknya berputar memori yang ia alami di mimpinya semalam, mimpinya bersama Bee. Percakapan ini seperti membawanya kembali kesana. Pandangan Celine gelap. Kepalanya benar-benar sakit seperti dihantam sebuah godam bertubi-tubi. Ia meremas rambut dengan kedua lengannya. Ya Tuhan.. apa yang terjadi pada dirinya tubuhnya terasa sesak, kepalanya semakin sakit, otaknya terus memutar ingatan dalam mimpi-mimpi yang pernah ia alami. Tapi sekarang terasa seperti nyata.. seperti ia berada didalamnya. Dan wajah pria itu semakin jelas.. semakin terlihat.. dia seperti seseorang yang ia kenal dan itu bukan Raka itu seperti... "Aaarrghh.." Celine memekik kepalanya benar-benar sakit Nicholas sangat cemas dan panik. Ia memeluk Celine untuk menenangkannya bahkan ia tidak peduli sekalipun itu tempat ramai dan pengunjung disana sudah memperhatikan mereka. Nicholas berteriak "seseorang panggilkan dokter" "Tenanglah Celine.. aku disini, tenang Honey" ucap Nicholas seraya mengelus punggung gadis itu namun sepertinya itu tidak berpengaruh. Sedetik kemudian Nicholas melihat lengan Celine yang memegang kepalanya terkulai. Gadis itu kehilangan kesadarannya... "HONEY....!!" ***** Di salah satu ruang rawat, Celine terbaring. Gadis itu masih terpejam namun terlihat lebih tenang dengan nafas yang teratur. Nicholas duduk disamping ranjangnya masih dengan raut kecemasan. Pria itu menggenggam tangan Celine seolah menguatkan Pintu terbuka, seorang suster masuk "Bapak Nicholas?" "Ya saya" "Anda ditunggu Pak Dokter di ruangannya" Nicholas terlihat enggan untuk meninggalkan Celine, namun ia tetap harus kesana untuk memastikan keadaan tunangannya. Ia mencium lengan gadis itu dengan mata terpejam dan lama seakan itu membantunya menerima kenyataan jika saja kabar buruk yang ia dengar. Baru kemudian ia berdiri, bahkan Nicholas mengecup kening Celine serta membelai rambut hingga pipi gadis itu sebelum beranjak dari sana. Diruang dokter "Apa tunangan anda sedang dalam kondisi stres?" Nicholas langsung menggeleng keras. Tentu saja, memangnya apa yang membuat Celine stress? Dia kan selalu berada disampingnya. "Atau mungkin dia pernah mengalami hal atau pengalaman buruk?" Nicholas terdiam sejenak. Dokter melanjutkan sambil menunjukan sebuah hasil roungen pada Nicholas. "Dilihat dari hasil roungen ini, sepertinya tunangan anda pernah mengalami kecelakan yang cukup parah" tutur sang dokter "Bisa dilihat tulang tengkoraknya sedikit retak, dan bila gejala yang timbul adalah seperti yang anda ceritakan, bisa jadi itu karna faktor stres atau dia mengingat sesuatu yang sudah lama ia lupakan. Artinya.... Nona Celine pernah mengalami amnesia dan dia belum ingat dengan sebagian memorinya yang hilang tersebut." -------------------------------- To be continue Thank you for reading and don't forget to coment Yang ngeship Celine dan Nicholas besok aku bikin special buat kalian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN