Bahaya

965 Kata
Rasa gugup menghantui gadis cantik itu sepanjang perjalanan. Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana, sejak memutuskan magang di perusahaan Nicholas, Celine menyatakan syarat bahwa ditempat kerja mereka harus profesional. Tidak ada hubungan lain selain karyawan dan bos, toh tidak ada orang di gedung itu yang tahu hubungan mereka bukan? Harusnya dia merasa senang. Karna selama ini dia dan Nicholas hanya berpura-pura manis didepan mata orang yang mengenal mereka, tapi disini ia bisa menjadi dirinya sendiri yaitu orang yang sangat tidak menyukai Nicholas. "Silahkan nona" ujar karyawan itu saat lift sudah berada dilantai tempat ruangan Nicholas berada. Hanya saja karyawati tadi tidak ikut keluar lift bersamanya. Halo.. dia ini anak baru, bisa nyasar kalau hanya dilepas begini saja. Tentu Celine harus mencari mahluk lain disana yang bisa ia tanyai dimana ruangan tunangan-akh.. salah calon bos sementaranya ini Sedangkan ponselnya terus bergetar. Beruntung Celine sudah me-mode silent ponselnya. Apakah begitu penting? Celine merasa yang penting sekarang ia harus segera menuju ruangan Bapak Nikotin Santankara, makanya ia datang lebih awal karna ia yakin ia akan 'tersesat dan tak tau arah jalan pulang' persis seperti sekarang. Ponselnya kembali bergetar saat ia menyusuri lantai itu. Ini Sofia, gadis ini benar-benar berniat sekali menambah kegugupannku "Buka lah! Kau pasti akan terkejut" Celine yakin anak itu pasti sengaja mengirim video yang akan membuatku iri lalu dia akan menyebutku 'kurang piknik' Meski begitu Celine tetap penasaran, dia mengklik media tersebut dan menunggu pengunggahan. Tapi saat baru mencapai 80% Bruukk... "YAK..!!!" Celine menjerit kesal setengah mati karna ponselnya terlempar akibat dia menabrak orang dia depannya. Dan terlihat banyak map dan dokumen berceceran dilantai. Celine merasa bersalah, ialah yang ceroboh berjalan sambil memainkan ponselnya. Seketika Celine segera membantu membereskan dokumen yang berceceran itu "Maaf" sesal Celine "Tidak apa-apa. Kau baik-baik saja?" Suara itu.. Celine mendongakan wajahnya dan menatap tak percaya pria dihadapannya yang tersenyum sambil melambaikan tangan, mengabaikan ekspresi terkejut Celine "Hai honey" Mata Celine nyaris loncat keluar layaknya film kartun saat melihat wajah pria dihadapannya "Jo.." ucapnya "Jonathan Putra Liandra kepala bagian sekretariat" dengan santai pria itu menyodorkan tangannya untuk bersalaman. Bukannya langsung menyambar tangan itu Celine justru menepuk-nepuk pipi nya sendiri. Sambil mengerjapkan mata berulang kali. Ia masih tidak percaya, bagaimana bisa pria itu ada disini? "Kau tidak mau berjabat tangan denganku" tanya Jonathan Celine mencoba mengembalikan alam sadarnya, dan menjabat tangan pria ini "Hai Jo!" Dengan senyum terpaksa. Tiba-tiba otak Celine berfikir cepat, dan tanpa ia tunda lagi bibirnya meluncurkan praduga yang terlintas dibenaknya "kau tidak sedang mengikuti ku kesini kan?" "A a a a!" Jonathan menggoyangkan jari telunjuknya didepan wajah Celine. "Aku memang kerja disini Cel.." "Oooh.. " Celine memasang cengiran dan muka temboknya. "Apa kabarmu Cel? Rasanya sudah lama ya" tanya Jonathan sambil merapikan berkas-berkas berserakan itu dibantu Celine "Aku baik, aku rasa aku tak perlu berbasa-basi menanyakan balik kabarmu juga karna yang aku lihat kau sangat baik-baik saja" "Kau mungkin melihatku begini karna sekarang ada dirimu disini. Kau tidak tahu saja keadaanku setelah pernyataan cintaku kau tolak Cel?" "Sakit ya?" Tanya Celine sok polos "Sakitnya tidak seberapa tapi sesaknya itu terasa seperti cekit-cekit, terus krenyes-krenyes lalu nyut-nyut disini" tunjuk Jonathan pada dadanya "Berhentilah membual Jo! Aku tidak akan luluh" seru Celine dengan lengsungpipi nya "Aku tidak membual. Justru kau harus bersiap, bisa saja sebentar lagi kau benar-benar jatuh cinta padaku kan honey?" Ujar Jonathan dengan senyuman yang sulit diartikan. Ia bangkit berdiri setelah semua berkas itu terkumpul. Celine tersenyum simpul dan ikut berdiri "Oia.. bisa aku minta satu hal padamu" ujar Jonathan setengah berbisik "Apa itu?" Celine mendekatkan wajahnya "Mulai sekarang jangan panggil aku Jonathan ya!" "Kenapa?" "Panggil saja aku Bee" Celine mematung, apakah Bee yang dimaksud ini seperti Bee yang dia kenal? "Ke..napa?" Tanya Celine ragu "Karna aku suka menghirup aroma parfummu yang wangi madu itu" Jonathan tersenyum lagi Ish pria ini... Celine melayangkan tatapannya "jadi karna itu kau memanggilku 'honey'? Lalu jika aku memakai parfum beraroma bawang goreng kau akan memanggilku union? Jika aku memakai wangi pisang kau akan menyebutku banana begitu?" "Hehehe.. tidak-tidak bukan itu, aku bercanda. Panggil aku Nathan saja. Panggilan 'Jo' terkesan tua aku kan tidak seumuran Joe Taslim" "Apalagi ini? Joe Taslim juga belum tentu bersedia disamakan denganmu. Dia itu keren bahkan sudah go Internasional" Celine membela "Tetap saja lebih tua, aku lebih suka dipanggil Nathan, itu terkesan lebih muda. Kau tahu 'Dear Nathan' kan?" "Tapi kau tidak ada miripnya sama sekali" "Memang, banyak yang bilang aku justru lebih mirip Kim Soo Hyun" Jonathan memasang tampang narsisnya dengan alis yang naik turun "Kim Soo Hyun tidak punya pipi Chubby sepertimu" "Ini versi bahagianya, hidup makmur ditandai dengan berat badan" "Jika kau Kim Soo Hyun maka aku Yoo Na SNSD" seru Celine "Kalau kau Yoo Na maka aku Lee Seung Gi, mereka pacaran kan?" "Sudah putus Jo!" "Oo.. kalau begitu aku Justin Bieber dan kau Selena Gomez" "Oh my god.. mereka juga sudah putus" ujar Celine gemas "Benarkah? Kapan?" "Sejak Fir'aun pubertas ketiga!" Jawabnya kesal "Berarti aku memang harus menjadi Kim Soo Hyun" "Kenapa?" "Agar aku bisa menjadi alien tampan yang mampu menghentikan waktu agar mereka semua tidak putus dan mencegah fir'aun pubertas" Astaga orang ini.. Celine menggeleng tak percaya dengan apa yang dia dengar. "Terserah kau saja, NA.THAN. kau puas?" Ucap Celine dengan penegasan dibagian nama Nathan terkekeh geli melihat Celine yang marah, lalu dia teringat "Oia.. apa saat kau dihotel tidak terjadi apa-apa? Kau tidak ada menghubungiku, aku juga lupa tidak meminta nomormu" Tentu saja aku tidak akan menghubungimu, nomormu sudah ku hapus dari ponselku. Astaga ponselku... Celine baru ingat ponselnya tadi terlempar. Ia panik celingukan mencari satu-satunya alat komunikasinya itu, dan senyuman langsung tergurat diwajahnya saat matanya menemukan benda tersebut, beruntung ponsel ya tidak terlempar terlalu jauh, ia pun segera menyambar benda itu namun belum sempat tangannya mencapainya.. Kraaakkk.. Terdengar jelas ditelinga Celine bagaimana ponselnya retak terinjak oleh kaki seseorang. Bahkan matanya melihat sendiri kaki tersebut memperjelas pijakannya dengan menekan dan menggesek ponselnya dibawah sepatu itu. Ya ampun.. demi Tuhan, itu ponselnya.. bukan puntung rokok. Orang ini berani sekali. Celine meradang "Ekh.. ehm.." suara milik Nicholas membuat Celine mendengakan wajahnya. Emosi tadi pun seketika menciut begitu matanya bertemu pandang dengan tatapan mikik Nicholas dan sikap dinginnya. -------------------------------- To be continue Thank you for reading and don't forget to coment
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN