Selamat Datang

809 Kata
Ekh.. ehm.." suara milik Nicholas membuat Celine mendengakan wajahnya. Emosi tadi pun seketika menciut begitu matanya bertemu pandang dengan tatapan mikik Nicholas dan sikap dinginnya. Aura dia di kantor benar-benar berbeda. Celine mencoba menelan savila nya "Anda sepertinya punya banyak waktu luang Bapak Kim Soo Hyun?" Sindir Nicholas Wajah Nathan pias seketika. "Maaf pak! Saya akan segera menyelasaikan tugas ini, permisi" Kim Soo Hyun KW itu segera kembali mengerjakan aktifitasnya "Dan kau anak magang. Kenapa masih disini? Ikut aku ke ruanganku sekarang" perintah Nicholas "Tapi Nick, uh.. maksudnya Pak itu ponsel saya.." Celine berusaha protes melihat ponselnya masih berada dibawah kaki Nicholas Tanpa melepas pandangannya pada Celine, Nicholas memerintah "Ferdy, panggilkan Pak Bambang untuk membersihkan rongsokan ini" pria itu kemudian menendang ponsel tersebut dengan keras ke arah tembok membuatnya semakin hancur. Nicholas memang benar-benar pandai dalam hal 'menghancurkan' "Baik pak.." sahut Ferdy Nicholas mengedikan dagunya menyuruh Celine untuk mengikutinya, gadis itu tak percaya dengan yang dilihatnya tapi mau bagaimana lagi. Sekalipun ia mengambil ponselnya sudah pasti tidak bisa diselamatkan. Ia pun hanya mengekori atasannya sambil menatap nanar ponselnya yang tergeletak tidak berbentuk lagi. Dan parahnya dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, dia merasa seperti pacar yang kepergok jalan dengan gebetannya, lalu pacarnya marah dan merusak barang-barang, terlebih mengingat perlakuan Nicholas saat di hotel yang begitu ingin tahu tentang Jonathan ralat Nathan. Maka yang bisa ia lakukan hanya mengikuti pria ini agar tidak bertanya lebih jauh. "Aku yakin tunanganmu yang kaya itu bisa membelikan 10 ponsel baru yang lebih baik" gumamnya sambil tetap berjalan tenang Di ruangan Nicholas, Celine duduk disalah satu sofa disana. Nicholas terus menatapnya, membuat gadis ini semakin gugup. Entah karna dia terlambat atau karna dia kepergok sedang bercanda dengan Nathan. Apa pria ini mendengar juga saat Nathan menyatakan cintanya? Aish.. "Baiklah Nona Magang, akan aku bacakan peraturan selama kau disini dan apa saja pekerjaanmu" tutur Nicholas formal "Pertama kau akan menjadi sekertarisku, aku rasa kau sudah tahu bukan tugas sekertaris. kedua.." "Maaf? Kedua?" Selah Celine "Aku belum selesai bicara Nona. Berani sekali kau memotong ucapan bos?" Sarkas Nicholas lalu menambahkan "Kedua, mulai besok kau juga merangkap sebagai asistenku" "Asisten? Bukan kah Bapak sudah punya asisten pribadi tadi?" Celine kembali bertanya "Ferdy? Besok dia harus cuti untuk mendampingi kucing peliharaannya lahiran dan tentu dia juga mendapat cuti untuk menemani peliharannya pasca kucingnya lahiran." "Tidak masuk akal" Celine mendengus "Ketiga.." pria itu tetap melanjutkan "Masih ada lagi?" "Kau juga akan menjadi Office girl khusus, kau hanya membersihkan ruanganku saja, jadi kau harus datang lebih awal dariku. Tidak susah bukan?" "Ini namanya pemerasan tenaga kerja Nick! Aku tidak bersedia. Lebih baik aku magang ditempat lain" Celine melayangkan protes dengan menggebu, dia sudah cukup sabar dengan Nicholas yang menghancurkan ponselnya, well.. dia memang bisa meminta ganti pada kakaknya tapi data serta foto dalam ponsel itu? Dan sekarang pria ini benar-benar seolah menguji kesabarannya atau lebih tepatnya memanfaatkan kedudukannya. Sedangkan Nicholas justru semakin santai menghadapi Celine dengan menyandarkan punggungnya, menyilangkan kakinya dan menumpukan kedua sikutnya dipinggir kursi "Silahkan saja! Karna aku yakin tidak akan ada yang bersedia menerimamu. Bastian adalah orang pertama yang sudah menolakmu remember?" "Aku akan minta rekomendasi dari perusahaan yang bekerja sama dengan Kak Bas" "Kau perlu tahu, perusahaan yang bekerja sama dengan dia juga bekerja sama denganku. Akan ku pastikan tidak satupun dari mereka yang akan menerimamu" "Kalau begitu aku akan magang ditempat yang tidak bekerja sama denganmu" Celine meninggikan dagunya dan melipat tangannya "Kau pikir semudah itu? Coba kau pikirkan. Jika partnerku saja tidak mau mempekerjakanmu apa lagi para rivalku. Mereka akan berfikir kau menjadi mata-mata dari perusahaanku. Dan aku yakin mereka pasti akan mengenalimu sebagai tunanganku Honey" "Terkutuklah kau Nick!" Celine mengepalkan tangannya "Aku memang sudah dikutuk sebagai pria tampan." Nicholas bangun dari sofa menuju meja kerjanya sebelum kemudian berbalik lagi "Akh.. Nanti kau minta saja jadwalku pada Ferdy untuk beberapa hari kedepan dia sudah menjadwalkannya. Dan selama menunggu, bisa kau buatkan kopi untukku nona magang? Se..ka..rang..." Dengan kesal Celine segera beranjak dari duduknya, ia bahkan dengan sengaja menendang kaki meja sebelum berdiri itu untuk membuat pesanan bapak bos yang terhormat. Sudah ku duga ini pasti akan terjadi, ini lah alasan kenapa aku menolak ide nya papi Rendra. Akh.. apakah aku harus mengadu pada papi dan mami atas perlakuan anak semata wayangnya ini? Tidak! Dia pasti akan berkelit, aku juga tidak punya bukti dan saksi. Lebih baik aku tambahkan sianida saja pada kopinya. Setidaknya aku bisa terkenal dengan berita: Anak Magang Membunuh Bosnya Di hari Pertama. Celine benar-benar kesal atas tingkah semena-mena Nicholas. Dengan sengaja ia membanting pintu ruangan Nicholas saat keluar. Namun saat itu ia baru sadar...... bahwa ia tidak tahu dimana letak pantri. Oh shit... Terpaksa Celine harus menebalkan mukanya kembali keruangan Nicholas untuk masuk kembali ke ruangan itu dan bertanya "Maaf.. ruangan pantri dimana ya pak?" Tanya Celine lembut dengan senyuman mengembang serta tatapan yang teduh, berbalik 180° dari tingkahnya tadi yang penuh emosi. Nicholas mencoba menahan geli, ia memanggil Ferdy untuk menggiring Celine ke pantri, setelah Celine keluar dia benar-benar tertawa lepas. "Welcome to the Bagaskara's Kingdom honey" gumamnya -------------------------------- To be continue Thank you for reading and don't forget to coment
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN