Jam menunjukan pukul 9 malam. Tapi Celine masih duduk disamping Nicholas di dalam mobilnya yang menurut jadwal adalah untuk menuju pertemuan dengan salah satu pemegang saham terbesar di perusahaannya. Nyonya Nadine Adriana Agatha.
Dan Celine seketika mengerenyitkan keningan begitu menatap gedung tempat pertemuan rekan bisnis yang adalah sebuah... Club malam. Celine bahkan belum pernah menginjakan kakinya di tempat seperti ini seumur hidupnya.
"Ayo masuk, rekanku sudah menunggu" ujar Nicholas membuyarkan lamunannya.
Kening Celine mungkin sudah seperti cabe kering sekarang melihat penampilan rekan bisnis Nicholas yang punya saham besar diperusahaannya dengan penampilan glamour nan sexy. Tidak adil.. apa Tuhan menciptakan wanita dihadapannya ini dengan penuh inspirasi? Sedangkan aku sedang dalam masa menjelang hiatus? Seandainya benar ada bidadari turun dari langit, aku percaya dia salah satunya.
Lagi.. Celine merasa minder dengan wanita didepannya. Jika sebelumnya Alice sangat cantik maka wanita ini juga tidak kalah cantik, ibarat makanan Alice dan Nadine adalah steak sementara Celine hanya lah rendang. Mereka seperti boneka barbie dan Celine hanya baby doll, atau mungkin Annabelle kalau tidak the Doll?
Kapan aku punya badan seperti mereka? Ucapkan selamat tinggal pada mie instan, Cel.. dan kau harus lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan, salad serta sayuran, kurangi juga makanan yang mengandung minyak.
Pikiran Celine mulai buyar dan berganti dengan mata yang membesar saat melihat cara wanita itu menyapa Nicholas. Cium pipi kiri, cium pipi kanan, memeluk bahkan bergelayut manja di lengan pria itu? Astaga... apa dia benar-benar rekan bisnis saja?
Tidak sampai disitu, keterkejutannya semakin membuatnya melotot tak percaya ketika Nadine mengajak Nicholas masuk ke ruang private yang sudah ia pesan dan parahnya Nicholas melarang Celine ikut masuk kedalam.
Seriusly? Lalu untuk apa dia menyuruhku ikut? Jika memang ia akan melakukan ini-itu dengan wanita tadi. Akh.. Celine ingat, tentu saja dirinya sebagai tumbal lagi. Ish.. menyebalkan.
Pada akhirnya disinilah Celine duduk di meja depan bartender memesan cola sambil menulis tidak jelas. Tentu saja, disaat seperti ini ponsel harusnya bisa menjadi pengobat jenuh, dan dia harus kehilangan ponselnya dihari pertama kerja. Menyebalkan (2)...
Celine menjadi penasaran, siapa sih sebenarnya Nadine Adriana Agatha itu? Kenapa tingkahnya justru seperti bicth? Seandainya ponselnya ada disini pasti ia akan langsung tanya pada mbah google.
Tiba-tiba saja pundak Celine ditepuk seseorang, wajah Celine memucat. Sial.. Celine lupa dia berada ditempat apa ini, pasti banyak lelaki lapar disini dan mereka bisa saja berfikir dia salah satu yang bisa mereka makan terlebih ia hanya sendiri disni
Mungkin Celine akan mengambil gelas yang dipegangnya dan bersiap melayangkannya ke kepala pria dibelakangnya jika saja ia tidak mendengar suara pria itu "Sendirian saja Nona?" Celine menoleh dan benar. Awalnya ia bingung bagaiamana bisa Nathan ada disini? Namun dia teringat Nathan adalah seorang playboy cap kadal. Tentu saja tidak aneh untuk sosok sepertinya berada disini. Padahal Celine masih ingat pekerjaan Nathan tadi siang sangat menumpuk. Tapi bisa-bisanya ia mampir kesini.
What ever.. Celine tidak terlalu peduli dengan itu, itu bukan urusannya, yang jelas untuk saat ini ia merasa lebih aman. Setidaknya orang yang menghampirinya bukan lelaki hidung belang yang ia tidak kenal. Walaupun sebenarnya Nathan termasuk salah satu p****************g itu. Celine mendesah lega
"Fiuuhh... Nathan, aku lega ini kau. Dan ya.. aku sendiri"
"Bukan kah tadi ku lihat kau pergi bersama Pak Niko?" Pandangan Nathan menelusuri sekitarnya untuk mencari bos nya itu
"Memang.. tapi sepertinya bos mu sedang tidak ingin diganggu" jawab Celine seraya mengedikan bahu tak peduli
Nathan tersenyum, "tentu saja siapa yang mau diganggu ketika kau berada bersama Nadine add me"
"Nadine add me? Bukankah namanya Nadine Adriana Agatha?" Tanya Celine memastikannya dengan melihat buku jadwal yang sudah Ferdi serahkan padanya.
Nathan memesan Smirnoff green apple pada bartender. Lalu menjelaskan
"Add me itu julukan Cel.. karna wanita itu selalu sukses dalam bisnisnya, banyak orang yang ingin bergabung bersamanya atau menawarkan kerja sama dengannya. Dan juga pria yang akan bekerja sama dengannya pasti akan menyelesaikannya dibawah selimut sebagai tanda penutupan bahwa perjanjian mereka telah disepakati"
"Ya ampun.. sebegitunya kah? Demi bisnis?" Celine nyaris tak percaya
"Well.. sebenarnya bukan semata-mata demi bisnis saja tapi karna memang dia pecandu"
Bartender memberikan pesanan Nathan.
"Maksudmu?" Celine bertanya lagi
Nathan meminum pesanannya lalu kembali melanjutkan. "Jika seorang pria yang mempunyai hasrat s*x berlebih disebut dengan hypersex maka perempuan yang hypersex bisanya disebut dengan Nymphomaniac"
"Nym-pho...maniac?"
"Ya.. sudah menjadi rahasia umum bahwa Nadine add me adalah seorang Nymphomaniac. Sudah banyak yang menyangjung kehebatannya dalam bermain dan memuaskan lawannya"
Astaga... satu hal lagi yang membuat Celine tercengang adalah bagaimana kepribadian Nicholas yang sering bergunta-ganti pasangan ini-itu. Mungkin.. kehancuran hubungannya dengan Alice pun bukan hanya semata-mata salah wanita itu tapi karna Alice juga sudah gerah dengan kelakuan Nicholas.
Kenapa jika Nicholas sebagai lelaki boleh menemani tidur wanita manapun sedangkan Alice yang wanita tidak boleh? Diskriminasi ini namanya. Pantaslah Alice membalasnya dengan hal yang sama.
Celine merasa dirinya juga tidak ingin terjerumus sebagai salah satu koleksi teman tidur Nicholas. Ia benar-benar harus mengakhiri hubungan mereka sebelum pernikahan.
Hati Celine terasa panas dan terbakar menahan amarah sekarang, dadanya sesak, laki-laki itu seperti melecehkan kaum perempuan. Ia merasa telah salah pernah berfikir untuk memberikan hatinya pada pria semacam itu.
"Hei.. kau tidak apa-apa?" Nathan melihat kilatan di mata Celine yang menyala.
"Aku baik-baik saja, kenapa?"
"Tidak.. kau terlihat seperti..."
"Itu minuman apa Nat?" Tiba-tiba muncul rasa penasaran Celine melihat botol yang dipegang Nathan. Orang bilang dengan minun kau bisa melupakan sejenak apa yang ingin kau lupakan. Celine merasa ingin melupakan perasaannya, ia ingin melupakan pikirannya yang sekarang sedang membayangkan apa yang dilakukan Nicholas dengan Nadine didalam dinding empat sisi itu berdua.
"Ini smirnof kenapa?" Jawab Nathan mengangkat botol itu.
"Apa itu memabukan?"
"Kalau untukku tidak, kadar alkoholnya cuma 4% tapi-"
Tanpa mendengar penjelasan Nathan lebih jauh lagi, Celine mencekik leher botol itu dan merampas dari tangan Nathan lalu menenggaknya dalam satu tegukan sampai habis.
"Celine!" Pekik Nathan
"Aaahh... lumayan juga rasanya" seru Celine setelah minuman itu habis
"Kau baik-baik saja?" Terlihat jelas raut kekhawatiran diwajah Nathan
"Aku ba -hek- ik-baik saja. Kau -hek- bilang kan tidak mabuk" ucapnya diiringi cegukan. Celine sendiri tak mengerti kenapa tiba-tiba ia ingin merasakan minuman itu, dia hanya berfikir mungkin dia bisa menghilangkan kesesakan didalam hatinya, ia ingin berhenti berfikir tentang perasaannya, dia ingin berhenti membayangkan adegan-adegan panas yang terjadi diantara mereka-Nicholas dan Nadine
"Itu karna aku sudah terbiasa tapi kalau...."
Dan sepertinya efeknya sudah mulai bekerja, Celine merasa kepalanya berdenyut, pendengarannya mulai tidak jelas mencerna ucapan Nathan dan pandangannya kabur
".....yang belum terbiasa mungkin akan...."
Rasanya seperti berada diatas kapal layar yang diterjang ombak besar. Terombang-ambing namun tak ada yang bisa ia jadikan sebagai pegangan lalu..
Bruukk
"....pingsan" Nathan menghela nafas setelah ucapannya selesai
Kapal oleng kapten!
--------------------------------
To be continue
Thank you for reading and don't forget tocoment