Nicholas suda mengenakan pakaian santai. Tubuh atletisnya dibalut tshirt polo berwarna maroon yang sangat kontrak dengan warna kulitnya yang putih. Dia duduk di samping Celine yang mana rambut wanita itu belum tersisir rapi juga celemek masih melekat di tubuhnya. Sedangkan Mami Jane tampak lebih rapi meski aroma gosong menempel tajam di pakaiannya. “Ini … apa?” tanya Nicholas mengacu pada sebongkah kotak berbalut whipcream putih yang dioleh tidak rata sama sekali, bahkan hiasan buah serta bunga yang dibuat dari cokelat itu terlihat tidak menggunggah selera sama sekali. Berbanding terbalik dengan kue di sebelahnya yang tampak lebih estetik dengan perpaduan warna dan icingkrim yang cantik. “Ini kue buatan Mami featuring Celine,” jelas Jane. “Ini sudah percobaan ketiga tapi masih gagal. Tap

