Bab 42

1085 Kata

Kunang-kunang yang sedari tadi tampak bertebaran kini seolah meredupkan cahayanya, entah ke mana sayap-sayap kecil itu menerbangkannya. Mereka berputar, menikung, mengelilingi Seina, dan sebagian hinggap di ranting-ranting pepohonan. Sedangkan yang tertangkap indra pendengaran manusia hanyalah suara jangkrik dan hewan malam yang melolong di bawah cahaya rembulan dalam pekatnya malam. Jika Seina sendirian di hutan ini, mungkin dia akan bergidik ngeri. “Sese... apa kau tahu?” diusapnya dagu wanita itu. Wanita yang sudah memporak-porandakan perasaanya sampai-sampai Helian melanggar segala sumpah kepada ibunya kalau dia tidak akan mendekati manusia.  Ingat, jangan dekati manusia. Pembunuh yang sesungguhnya bukanlah hewan buas, melainkan manusia itu sendiri. Tapi bagaimana jika mata nan in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN