“Di sini?” “Kenapa?” Seina memegang erat benda penutup dadanya yang hendak Helian turunkan. “Bagaimana jika ada orang lain yang melihat!” Hah, orang lain yang melihat? Memang orang mana yang repot-repot masuk ke dalam hutan belantara di tengah malam seperti ini. Lagi pula kalau pun dapat masuk mereka tidak akan bisa keluar hidup-hidup karena akan dibuat bingung oleh penghuni hutan belantara ini (dibaca siluman yang lain). Seingat Helian, hanya kekasihnyalah yang nekat ke hutan belantara tengah malam. “Aku tidak mau!” protes Seina malu. Heliann terkekeh. “Kalau begitu aku ada ide.” Dia mencondongkan tubuhnya ke depan dan berbisik lirih di telinga Seina. “Bagaimana jika bercinta di danau? Aku rasa itu sangat nikmat, sayang,” ucap Helian sambil menjilat telinga Seina m

