Jari telunjuk Pak Tua sampai gemetaran saat menunjuk ke arah Seina, matanya melotot sangat ketakutan. Orang normal mungkin saat ini melihat Seina biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh sama sekali. Tetapi beda halnya dengan Pak Tua. Pak Tua memiliki kekuatan spiritual, dia dapat melihat makhluk halus, maka dari itu kini yang terlihat di depan pandangannya bukanlah Seina. Melainkan sosok ular hitam besar sekali dengan dua pasang taring tajam seperti gading gajah di sisi kanan kiri mulutnya yang terbuka lebar. Ular itu mendesis seolah hendak menelannya hidup-hidup. “Beraninya kau!” ucap Seina lirih penuh penekanan, dia sudah dirasuki sukma Helian. Rahang Seina tampak mengeras. Tatapannya sangat mengintimidasi, setajam pedang yang dapat menghunus jantungmu hingga tembus samp

