Pulang kerja, Darren langsung pergi menunju rumahnya untuk mengunjungi putrinya yang saat ini masih dalam keadaan kurang sehat. Ketika di lampu merah, Darren menoleh ke arah kanan karena jika dia belok ke sana tentunya akan menuju jalur kos – kos’an Bunga, sedangkan saat ini jalan yang harus Darren tuju untuk ke arah rumahnya adalah lurus ke depan. Namun, entah mengapa setelah lampu lalu lintas menunjukkan warna hijauh, tangan Darren bergerak memutar stirnya ke arah kanan. “ Untuk apa aku ke arah sini. “ Gumam Darren masih tidak mengerti dengan dirinya yang terkadang suka melakukan sesuatu di luar kesadarannya. “ Mampir bentar, deh. “ Akhirnya Darren memilih untuk melipir ke minimarket karena ingin membeli beberapa cemilan supaya saat ke kos – kos’an Bunga tidak datang dengan tangan kos

