Tibanya di rumah Bunga, gadis itu menyuruh Darren untuk duduk di kasur, sedangkan Bunga mengambil perlengkapan seadanya saja untuk mebersihkan darah pada luka Darren. Bunga datang kembali dengan membawa kain basah, ia menarik bangku untuk duduk di hadapan Darren. “ Aku tidak punya perlengkapan P3K dan juga tidak punya air dingin untuk mengompresmu, jadi aku hanya akan membersihkan darahmu saja. “ Ucap Bunga memberitahu. Darren diam saja, dari awal dia sudah tahu kalau Bunga hanya akan membersihkan darahnya saja. “ Maaf kalau agak sakit. “ Bunga memajukkan wajahnya, matanya meneliti bagian luka di wajah Darren, lalu dengan hati – hati dia lap darah itu. Selama membersihkan, Bunga sama sekali tidak mendengar suara ringisan Darren, hal tersebut membuat Bunga heran. “ Kenapa kamu tidak me

