Kabar bahagia seperti sekarang tentunya tidak akan disia-siakan oleh keluargaku dan Seruni. Kami sepakat untuk pergi makan malam keluarga di kafe milikku. Aku bahkan sudah meminta pegawai kafe untuk menyiapkan satu ruangan VIP untuk kami sekeluarga. Apa lagi di makan malam kali ini akan hadir Imel yang merupakan kakak iparku. “Mas ntar aku minta maaf sama Mbak Imelnya gimana ya? Cara ngomongnya gimana? Aku takut Mbak Imel masih marah Mas,” keluh Seruni yang sejak tadi gelisah memikirkan pertemuannya dengan Imel. Aku membelai pelan kerudung merah marun yang Seruni kenakan, “Santai saja Sayang. Aku yakin Imel pasti akan maafin kamu kok,” hiburku sebisa mungkin. Belakangan ini Seruni memang sangat sensitiv, bahkan Seruni sangat-sangat peka pada perasaan anak kucing yang terlantar di pingg
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


