"Kenapa dadakan sekali sih Mas seminarnya?" aku mengecek segala keperluan yang akan suamiku bawa, takut ada yang tertinggal. "Iya Mas di hubungi baru kemarin sore," sahut Mas Dar yang sedang merapikan rambutnya dengan gel rambut agar rambutnya terlihat klimis dan rapi. "Lebih baik selama Mas pergi kamu tinggal di rumah Bapak dan Ibu saja," saran Mas Dar sambil memperhatikanku yang sedang menutup koper kecil yang berisi keperluannya. "Boleh deh mas, lagian terakhir aku ketemu Bapak sama Ibu kan seminggu lalu waktu kita menginap dis ana," dan selesailah acara beres-beres singkatku. "Kalau kangen telepon saja Mas," ujar Mas Dar sambil mengedipkan sebelah matanya menggodaku. "Pede banget sih Bapak dosen satu ini," aku memutar bola mata malas. "Apa tidak bisa diskon Mas seminarnya? Balik

