"Dar nanti kita buka bersama di rumah calon mertuamu yo," ujar Ibu sambil menonton TV. Yah sekarang aku dipaksa untuk tinggal di rumah kedua orang tuaku. Dengan malas aku tidur-tiduran di sofa sambil mengutak-atik layar smart phoneku, aku sedang menimbang apakah aku harus menghubungi Seruni. Sudah 2 minggu berlalu dan kami hanya bertemu di kampus. Itupun hanya saat aku mengajar di kelasnya saja. "Udah kalau kangen ditelpon aja le, jangan kebanyakan gengsi deh!" cibir Ibu yang masih asik menonton FTV siang hari. Kebetulan hari ini aku sedang tidak ada jadwal mengajar. "Bu.." "Hmm.." "Ibu..." "Apo?" "Bu!" "Apa sih Le?!" Ibu langsung menolehkan kepalanya kesal ke arahku, sedangkan aku hanya nyengir. "Ibu setujukan kalau aku nikah sama Seruni?" tanyaku memastikan, karena di awal kema

