bc

Cloud Sodda

book_age16+
61
IKUTI
1K
BACA
adventure
genius
expert
nerd
male lead
high-tech world
steampunk
weak to strong
scientist
professor
like
intro-logo
Uraian

Cerita persahabatan Cloud, laki-laki penyandang cacat, dan android bernama Sodda. Suatu ketika pemerintah mengeluarkan peraturan baru yang mewajibkan android berumur sepuluh tahun ke atas didaur ulang. Sodda termasuk android yang harus menjalani peraturan tersebut. Dengan segala keterbatasan fisik, Cloud berusaha menyelamatkan Sodda.

Dapatkah Cloud menyelamatkan Sodda? Apa motif pemerintah yang sebenarnya? Temukan jawabannya dalam "Cloud Sodda"!

chap-preview
Pratinjau gratis
1
Pada tahun 3157, teknologi di bumi sudah sangat maju. Berbagai penemuan telah ditemukan. Di antara temuan-temuan tersebut, ada yang disebut sebagai Pionir Abad Zeta, penemuan android berintelegensi dan berkemampuan nyaris sempurna. Cloud Reufille adalah sang kreator karya mutakhir tersebut. Kegemilangan itu tak lepas dari I.Q 250 yang dimilikinya. Ia mewarisi kecerdasan dari dua ilmuwan terkemuka, Winter dan Snow Reufille. Cloud telah merancang android dari seri pertama hingga mencapai seri ke sembilan. Semuanya dapat berfungsi dan bermanfaat untuk bermacam-macam pekerjaan. Kreasi-kreasi Cloud membawanya meraih berbagai penghargaan nasional, maupun internasional. Pundi-pundi uangnya terus bertambah dari royalti dan penjualan android hasil rancangannya. Tak pelak, ia masuk dalam daftar sepuluh orang terkaya abad Zeta. Namanya telah dikenal di dunia, dan disejajarkan dengan para penemu genius sepanjang masa. Bahkan prestasi gemilangnya mengungguli Winter dan Snow Reufille. Cloud hampir meraih segalanya. Sampai akhirnya satu kejadian merenggut jerih payahnya bertahun-tahun.... *** Rêver Laboratory yang terletak di Paris merupakan laboratorium terbesar dan menjadi pusat IPTEK di seluruh dunia. Seperti namanya yang berarti "impian", Rêver menjadi dambaan setiap ilmuwan. Namun, hanya ilmuwan pilihan yang mendapat kesempatan emas itu. Dari semua ilmuwan, Cloud Reufille memuncaki daftar ilmuwan terkemuka. Sebagai ilmuwan tersohor, ia memiliki ruang laboratorium terbesar dan berisikan staf terbaik. Ruangan itu selalu terlihat sibuk dengan akitivitas uji coba android berteknologi canggih. Seperti sekarang, ketika para ilmuwan sedang mengendalikan alat-alat di hadapannya. Sementara itu pria berambut pirang berdiri di pucuk ruangan. Ia mengamati ratusan staf dari layar hologram, sambil sesekali membetulkan posisi kacamatanya yang melorot. "Profesor Reufille, percobaan android 50D4 sudah siap." Perempuan berambut cokelat yang duduk di sebelah Cloud Reufille, memberi laporan. Cloud mengangguk. "Segera jalankan, Summer." Summer menekan tombol hologram biru, memberi perintah serentak pada seluruh staf. Serta-merta mereka bergerak serentak menjalankan tugas. Cloud memandang android perempuan di dalam tabung berbentuk kapsul di seberangnya. Sudut bibirnya sedikit terangkat, berusaha tak menunjukkan antusiasme berlebihan. Android 50D4 merupakan proyek yang diharapkan dapat mengantarnya merengkuh legitimasi sebagai Menteri IPTEK termuda dalam sejarah Perancis, sekaligus mengalahkan para pesaing untuk jabatan tersebut. Cloud memiliki ambisi tinggi dan selalu merancang jalan untuk meraih target-target yang ia tetapkan. Namun, kenyataan acap kali berbeda dari rencana. Tiba-tiba terdengar sirene tanda bahaya meraung-raung. Percikan api dan kepulan asap menimbulkan kepanikan. Suasana yang semula tenang berubah kalut. Cloud yang berada di pucuk ruangan, tak percaya dengan kejadian itu. Tidak seharusnya kecelakaan terjadi di dalam Rêver Laboratory yang memiliki keamanan tinggi. Namun, begitulah nyatanya. "Kenapa ini?" gumam Cloud, tak habis pikir. "Profesor Reufille! 50D4 menyerap energi melebihi perhitungan hingga menyebabkan listrik menjadi tidak stabil! Itulah yang mengakibatkan terjadinya hubungan arus pendek!" "Tidak mungkin!" Cloud memukul meja. Wajahnya terlihat cemas. Ia mengedarkan pandangan pada orang-orang yang berlarian dan berebut pintu darurat. "Profesor! Kita telah melakukan penanganan keadaan darurat, tapi hasilnya nihil! Sekarang kita harus keluar dari sini!" Summer berseru, sambil mengguncang pundak Cloud. Cloud melepaskan tangan Summer. "Pergilah...." "Tapi harus dengan Prof—" "Cepat pergi!" Summer terpaku beberapa saat, memandang Cloud dengan mata berkaca-kaca. "Jangan khawatirkan aku. Setelah menyelamatkan 50D4, aku akan menyusulmu. Bawalah data-data ini." Cloud memberikan microchip, lalu mengalihkan pandangan pada layar hologram. "Kalau begitu, aku akan bersamamu menyelamatkan 50D4." Cloud menggeleng. "Tidak. Kamu harus keluar dengan microchip itu." "Aku menunggumu." Summer berlari ke pintu darurat. Cloud memusatkan seluruh konsentrasi pada layar di hadapannya. Jemarinya bergerak cepat menekan kode untuk membuka tabung berisi 50D4. "Sial!" bentaknya, mengetahui waktu makin sempit kala melihat api sudah menjalar ke mana-mana. Setelah beberapa menit ia berseru, "Bagus! Akhirnya dapat ter—aaargh!" Tiba-tiba atap besi jatuh menimpanya. Cloud merasakan separuh tubuhnya remuk karena tertindih atap besi. Ia mencoba mengangkat besi-besi itu, tetapi tenaganya berangsur-angsur melemah seiring darah yang mengucur deras di tubuhnya. Oh, Tuhan..., tolong selamatkan aku, batin Cloud, pasrah. Saat harapannya makin tipis, tiba-tiba besi-besi itu bergerak, kemudian terangkat. Mata Cloud melebar menyaksikan sosok yang baru saja menyelamatkannya. "Kamu... 50DD4...." Sosok itu mengulurkan tangan seraya tersenyum. "Panggil aku Sodda." *** Sebelas tahun berlalu sejak bencana tersebut. Kehidupan Cloud tak lagi sama. Musibah besar di Rêver Laboratory, membuat orang-orang beranggapan kalau ia adalah ilmuwan gagal. Pundi-pundi uangnya terkuras untuk mengganti kerugian dan membayar denda yang tidak sedikit. Keluarga staf, perusahaan, dan pihak sponsor menuntutnya beramai-ramai. Namun, di antara kemalangannya, kondisi fisiknya yang paling mengenaskan. Cloud menjadi seorang difabel. Separuh tubuhnya rusak dan tidak berfungsi. Ia menggunakan pemicu jantung dan kursi difabel untuk menopang hidup. Sebetulnya kondisi Cloud bisa lebih baik daripada sekarang jika mau mengganti bagian tubuh yang rusak dengan android berteknologi mutakhir. Namun, ia menolak. Baginya, musibah tersebut meninggalkan trauma mendalam pada teknologi canggih. Separuh tubuhnya digantikan kaleng-kaleng biasa, yang hanya berfungsi sebagai penyangga bagian tubuh lainnya. Optimisme yang selalu memacu semangatnya telah luntur. Sekarang ia menjadi pesimistis dan merasa rendah diri. Beruntung, masih ada yang selalu menemaninya mengarungi masa-masa sulit. Ia adalah sosok yang menyelamatkannya ketika musibah itu terjadi: Sodda. *** Pagi itu Kota Paris menggeliat. Penduduk Paris sibuk dengan kegiatan masing-masing. Para pekerja terlihat di jalan-jalan, sementara para pedagang sedang bersiap-siap membuka toko mereka. Kontras dengan kesibukan itu, keadaan di dalam unit bernomor 135, Apartemen Blue Chill, tampak sunyi. Hanya dengkuran keras yang terdengar di unit itu. Pria berbadan buncit berguling ke samping di atas sofa, lalu merapatkan kembali selimutnya. Keadaannya sama berantakannya dengan botol-botol kosong yang berserakan di lantai. Android perempuan berambut hitam sepundak menggeleng-geleng melihatnya. "Setiap malam selalu saja mabuk." Ia memungut botol-botol dari lantai, lalu melemparkannya ke tong daur ulang otomatis. Kemudian ia menghampiri pria buncit dan menyingkap selimutnya. "Cloud, saatnya mandi." Ia mengguncang bahu Cloud Reufille. "Hmm..., jangan ganggu aku, Sodda...." Cloud menyingkirkan tangan Soda dan kembali meringkuk. Sodda menghela udara dari ruang mesin di dadanya. Ujung telunjuknya terbuka, lantas muncul bulu ayam buatan. Kedua sudut bibir Sodda terangkat, menampilkan deretan gigi akrilik yang putih berkilau dan tersusun rapi. "Bounjor!" Sodda berseru sambil menggelitik ketiak Cloud. Cloud tergelak dan berusaha menyingkirkan tangan Sodda. Sodda cepat-cepat menarik tangannya, kemudian menggelitik bagian tubuh lainnya. "Rasakan ini!" "Hahahaha! Henti—hahahaha! Hentikan!" "Tidak, kecuali kamu mau menurut!" Telunjuk Sodda berputar cepat. "Hiyahaha! Iya! Sudah, aku—hahaha! Menyerah!" "Bagus!" Bulu di telunjuk Sodda masuk kembali. Sodda mengusap layar hologram di telapaknya. Tak lama kemudian kursi difabel melayang tenang, dan berhenti di hadapan Cloud. Penutup kursi yang berbentuk cembung bergeser ke belakang. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.1K
bc

Rise from the Darkness

read
8.7K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

Life of An (Completed)

read
1.1M
bc

Scandal Para Ipar

read
708.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook