106

1044 Kata

Cloud menyerahkan diri. Akan tetapi, bukan kepada mereka para musuhnya, tetapi dengan teman-teman di dekat dia berada. Ini merupakan kecurigaan yang sejak awal menghantui, apa lagi mengingat bahwa sebenarnya memang jumlah terlihat mengarahkan mereka untuk tetap kalah dalam pertarungan tersebut nantinya. Boleh bertindak ke mana saja, tetapi kali ini Cloud sudah memutuskan untuk diam di tempat. Hatinya kalut, serta merta pikiran takut mati semakin menjadi-jadi saat sepasang netranya mulai bertatapan dengan mereka-mereka yang ada di depan sana. Sungguh saja, semua yang terjadi begitu menohok hati sehingga membuat jantungnya berdegup beberapa kali lebih keras dari sebelumnya. “Kita tidak ada upaya lagi, selain lari dan pergi meninggalkan mereka.” Mendengar ucapan itu dari katup bibir Cloud,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN