Riksa yang saat itu baru selesai mandi, segera berlari keluar dari kamar mereka. Mencari sosok istrinya. Rambutnya masih basah dengan tetesan air yang sedikit mengalir melewati tengkuk dan lehernya. “Ris… Riska…” Panggilnya dengan suara yang cukup keras. Terdengar suara Riska dari kejauhan, di lantai bawah tepatnya, “Iya… Depan tv, Bang.” jawab Riska. Dia sudah dapat mengira bahwa suaminya itu pasti sudah melihat testpack yang dengan sengaja dia letakkan di dekat ponsel Riksa. Sambil menggenggam erat dua buat testpack yang baru saja membuat jantungnya seperti berhenti berdetak, Riksa melangkah turun. Dengan perasaan yang entah bagaimana. Sulit untuk dijelaskan. “Iya, kenapa Bang?” tanya Riska santai. Mulutnya bergerak, mengunyah buah-buahan. Sementara itu, Riksa terlihat mengatur nafa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


