Riska tidak bisa bergerak sedikitpun karena tubuhnya terasa kaku dan lemas. Satu hal yang bisa dia lakukan hanyalah bernapas. Itupun sedikit sulit karena dalam posisi bibir mereka yang saling bersentuhan, rasanya dia harus berebut oksigen dengan sang suami. Yah meskipun tidak ada satupun dari mereka yang bergerak untuk memulai, namun tidak ada juga yang berniat untuk menyudahi kegiatan mereka. Masih dengan memejamkan kedua matanya, Riska dapat dengan jelas menghirup aroma tubuh sang suami. Perpaduan sempurna antara wangi parfum citrus dan aroma keringat yang melekat di tubuh Riksa terasa sangat memabukkan. Tanpa sadar Riska menggerakkan tangannya, berpindah posisi dari pinggang menuju ke leher sang suami. Hingga kemudian Riksa semakin mengeratkan pelukannya di pinggang ramping sang istri

