Suasana ruangan tempat Wendy bekerja sangat gaduh, semua orang terus saja berbicara, mendesis dan juga berbisik yang sepertinya sengaja diperkeras. Pagi ini begitu ia sampai di kantor ternyata gosip tentang pembatalan project yang Wendy tangani semakin menyebar luas. Gonjang-ganjing tak jelaspun mulai merebak, bahkan kedatangan Margaret tempo lalu mereka kait-kaitkan dengan kabar pembatalan project tersebut. “Makanya, tidak perlu arogan dengan melawan petinggi. Begini akibatnya.” Itu perkataan managernya. “Tapi baguslah, tidak ada yang bisa menggeser posisiku jika begitu.” Lanjutnya dengan suara sangat keras. Wendy hanya diam, dia masih berdiam diri dimeja kerjanya tanpa berusaha menanggapi ucapan-ucapan tak mendasar yang dilontarkan orang-orang itu. Sesekali ia hanya menarik nafa

