Semuanya terasa sangat mendadak. Sangat amat tiba-tiba bagi hubunganya bersama Millian yang baru terjalin beberapa hari. Wendy benar-benar tidak menduga jika hubungannya dengan Millian akan terjalin sedekat ini dalam waktu singkat. Terlebih Millian adalah Boss-nya, seseorang dengan jabatan tinggi yang sekalipun tidak pernah ada dalam daftar lelaki idamannya. Namun entah mengapa, dalam waktu sesingkat ini Millian justru mampu membolak-balikkan perasaannya, mempermainkan pikirannya hingga terasa sangat menggila seperti ini. Bahkan hingga dirinya merasa bingung akan hubungan yang sedang mereka jalin ini. Hubungan yang terasa sungguh-sungguh, meskipun kenyataannya hanya sebuah permainan saja. Hubungan yang terlalu indah untuk menjadi sebuah kenyataan. “Wendy, hey. Kenapa melamun? Apaka

