Wendy menatap pantulan dirinya dicermin dengan sesekali menyeka cairan merah yang mengotori dadanya. Ia menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya lagi. Sejujurnya, ia tidak tau harus merasa menang atau justru prihatin, sebab ia sendiri tidak merasa menang atas pertarungannya dengan Margaret, terlebih saat wanita itu mendapatkan serangan balik atas serangannya sendiri. Ya— kejadian itu bagaikan senjata makan tuan untuk Margaret. Bukannya berhasil mempermalukannya, kejadian itu justru membuat Derek menguak masalalu Margaret yang begitu mencengangkan. Masalalu yang tidak pernah bisa ia tebak sama sekali. --- “Apa yang terjadi?” Derek mendekati Margaret, Millian dan Wendy yang masih berdiri ditempat yang sama. “Mami sengaja menumpahkan wine pada Wendy, Papi. Mami sengaj

