Seperti biasanya, Millian dan Wendy berangkat bersama pagi-pagi sekali setelah sarapan bersama. Mereka kali ini berjalan beriringan menuju lift yang akan membawa mereka keruangan masing-masing. “Jam sebelas keruanganku, kita harus membahas project baru itu segera sebelum kau presentasi didepan seluruh pemegang saham dua minggu mendatang.” Wendy mendesis. “Lakukan sesuai prosedur Mr. Wesley. Ini kantor. Pertama kau harus meminta sekretarismu menghubungi divisi tempat aku bekerja, kemudian nanti manager yang akan memintaku untuk menghadap padamu secara langsung. Seperti itu, jika harus aku jelaskan.” Ujar Wendy diiringi dengan senyumannya yang cukup lebar. Tangan Millian terangkat mengusak pelan kepala Wendy diiringi dengan kekehan ringan. “Baiklah-baiklah, apapun maumu Ms. Camel

