“Aku pikir cukup kau mencampuri urusanku, Mam.” Ujar Millian begitu sampai dihadapan Wendy. Millian menatap Margaret dengan tatapan berang, terlihat sekali bahwa lelaki itu menahan amarahnya. “Millian, Mami—.” “Aku tidak peduli.” Setelah mengatakan itu, Millian menarik nafas panjang kemudian menatap Wendy. “Ayo.” Ujar Millian seraya menarik pergelangan tangan Wendy, membawa wanita itu keluar dari restoran mewah tersebut. Millian masih saja diam, bahkan sampai mereka memasuki mobil yang ternyata Millian kendarai sendiri. Wendy menatap Millian yang terus saja diam saat mengemudi, lelaki itu benar-benar masih terlihat sangat marah. Tapi kenapa? Kenapa dia sampai semarah itu? lalu darimana dia tau ia bersama dengan Margaret di restoran itu? “Millian, kita mau kemana? Sebentar l

