Kirana memperhatikan pantulan wajahnya di cermin. Kulit wajahnya yang halus memang jarang tersentuh make up. Sehari-hari ia sudah merasa cukup dengan hanya mengoleskan pelembab dan sedikit warna di bibirnya. Tidak ada yang aneh di mukanya. Tapi mengapa Abizar langsung memberi tatapan seolah tidak suka kepada dirinya tadi. Apakah menurut Abizar Kirana tidak cantik? Setelah mencuci tangan dan menarik nafas panjang, Kirana menemukan kembali semangatnya. Dirapikannya rambut sebahunya, serta blus putih dan celana palazzo abu-abu yang membalut tubuh rampingnya. Dalam hati ia berkata, “Aku menarik kok! Kalau ngga, ngga mungkin dulu Rayyan mau pacaran sama aku!” Percaya diri Kirana pulih kembali. Tapi di sisi lain, luka dikhianati Rayyan menggigitnya di dasar. Namun, ia berhasil menyampingkann

