Sebenarnya, Kania bukannya tidak pernah berusaha mencari dan mengunjungi makam orang tuanya. Apalagi jarak ke Cianjur masih terjangkau dan dapat dilaju sehari pulang pergi. Sewaktu SMA, Kirana pernah mencoba membantu Kania pergi bersama-sama ke daerah itu. Mereka manabung dan berniat menyewa mobil untuk pergi kesana. Tetapi, entah bagaimana kemudian mama mengetahui rencana mereka. Mama tidak marah untuk meluapkan emosinya. Mama hanya mengunci diri di kamar, dan tidak keluar selama sehari semalam. Ketika kemudian ia akhirnya membuka pintu kamarnya, matanya bengkak karena terlalu lama menangis. Wajahnya menyiratkan kepedihan dan kekecewaan. Kania dan Kirana tidak diajak bicara selama dua hari berikutnya. Sejak itu, Kania tidak berani lagi membicarakan tentang orang tua kandungnya. Ia tida

