Meskipun cemas, Kirana berusaha menguatkan dirinya. Ia tak sempat membenahi mejanya. Ia hanya mengambil tasnya saja sebelum dibimbing Alex ke mobilnya. Ia berdoa semoga kecelakaan yang dialami Kania tidak serius. Ia masih tidak tega mengingat tubuh rentan Kania kala ia terakhir menemuinya. Alex mengemudikan mobilnya hati-hati. Alamat rumah sakit yang diberikan terletak di timur Jakarta. Tak terlalu jauh dari kantor Kirana. “Kamu nggak kasih tahu mamamu?” tanya Alex. “Nanti saja kalau aku sudah tahu kondisi Kania bagaimana.” “Abizar sudah dikasi tahu? Nanti dia cemburu nggak, aku yang nganterin kamu sekarang?” “Dia bukan tipe lelaki begitu, Lex!” Kirana menyanggah. Meski demikian, Kirana pun kemudian mengiriminya pesan tentang kabar Kania, dan perjalanannya ke rumah sakit bersama Alex.

