Kirana cepat menerima telefon genggamnya dari Abizar. “Halo, Ka?!” sapanya. “Ki? Kamu di mana? Aku telefon berkali-kali! Siapa laki-laki yang akhirnya jawab tadi?” “Aku di rumah mama. Hapeku dipegang Abizar tadi. Dia yang jawab.” Kirana berbalik menghampiri mamanya lagi. “Kamu dimana, Ka?” “Nanti kukasi alamatku. Tapi kamu harus datang sendiri!” “Ka, tadi Rayyan kesini dengan kakaknya… Kasih tahu mama soal gugatan cerai kamu.” “Iya, Ki. Aku belum sempat kasih tau mama. Gimana mama sekarang?” Mama memberi isyarat ingin bicara sendiri dengan Kania. “Langsung ngomong dengan mama, ya!” Kirana memberikan telefonnya ke mama. Perempuan itu langsung menyambutnya dan berbicara dengan Kania. Tangisnya kembali pecah. Mama tampak sangat berduka dan terluka. Ia dan Kania seperti berebut be

