Dengan hati cemas, Kirana menjawab panggilan Agus. “Iya, ada apa, Gus?” “Ini, ada orang cari Kak Kirana. Ngakunya namanya Pak Rayyan, Saya sudah bilang kakak nggak ada. Tapi maksa mau naik ke atas. Agak mabuk kayaknya dia, Kak.” “Usir saja, Gus!” “Siap, Kak!” Kirana menutup telefonnya. “Ada apa?” Abizar bertanya. “Rayyan! Seharian ini dia ganggu saja. Kirim pesan terus kepingin ketemu aku. Kirim bunga juga ke kantor. Dia yang telefon tapi nggak kujawab tadi. Dia kirim pesan bilang ada di apartemen. Barusan Agus telefon memang benar dia di lobi towerku. Kelihatan mabuk katanya.” Kirana mengungkapkan kesalnya. “Dia kirim bunga?” Abizar heran. “Ucapan ulang tahun.” “Dari dia dan Kania?” Kirana menggeleng. “Dari dia saja.” Abizar diam. “Apa sih maunya dia?” Kirana menggerutu. “M

