Naluri

1293 Kata

Setelah beberapa deringan, Abizar akhirnya menjawab juga panggilan tersebut. “Hai Rachel? Ada apa?” “Kamu dimana?” tanya Rachel penuh selidik. “Di jalan.” Abizar menjawa singkat. Sambil matanya tetap lurus ke depan. “Sendiri?” “Berdua.” “Sama siapa?” “Sama Kirana. Kenapa?” “Mana Kirananya?” tanya Rachel tidak percaya. “Ini!” Abizar menggeser telefonnya agar Kirana tertangkap kamera. “Hai Rachel!” sapa Kirana. “Hai!” Rachel menjawab pendek dan kaku. “Oke, Zar! Besok kita ketemu!” Rachel memutuskan panggilan. Kirana terpana. “Apa itu tadi maksudnya?! Dia ngecek kamu dimana dan sama siapa? Padahal kan tadi di rumah Bu Melissa dia mendengar kamu akan pergi sama aku? Dia nggak percaya gitu?!” Abizar tidak menjawab. Wajahnya tampak tetap tenang. “Kok, dia kelihatan kayak paca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN