Langkah Kirana terhenti melihat Abizar dan Rachel. Perempuan itu berbicara sangat dekat dengan Abizar. Tangannya beberapa kali menyentuh legan Abizar. Bara jengkel di hati Kirana kembali memanas. Ia memilih berdiri diam di tempatnya, meredam emosinya. Beruntunglah Abizar yang memang menunggunya tidak hanya berfokus pada Rachel di hadapannya. Ia berkali-kali menebarkan pandangan mencari Kirana. Sewaktu berhasil menemukan sosok wanita itu, ia melambaikan tangannya. Mau tak mau Kirana memang harus menghampiri Abizar dan Rachel, karena posisi mereka berada sangat dekat dengan pintu keluar. Dipaksakannya senyumnya menyapa Rachel dan kawannya yang membalasnya sambil lalu dengan pandangan tak ramah. Terlintas di benaknya untuk membalas sikap sinis tersebut dengan provokatif menggelayut mesra pa

