Tiga hari berlalu sudah, Kirana belum juga mendapatkan kabar dari Kania. Ia mulai gelisah. Terlebih ketika kemudian mama menelefonnya dan memberitahukan keresahannya karena Kania tidak bisa dihubungi. Demi menenangkan mamanya, Kirana berjanji akan pulang sore nanti dan menginap. Sehabis menerima telefon mamanya, Kirana bertambah galau. Ia pun mencoba menghubungi nomor Kania, yang tidak juga aktif. Ia menimbang kemana harus mencari informasi tentang Kania. Tengah ia berpikir, Rena masuk ke ruangannya. Air mukanya muram. “Hai?” Kirana menyapanya. “Aku sama Dewo putus, Bu!” ucap Rena tanpa basa-basi sambil menjatuhkan tubuhnya di kursi di seberang Kirana. “Lah, kenapa?” Kirana kaget dan heran. “Masalah yang di resepsi anaknya Bu Melissa kemarin berlanjut. Dewo ternyata masih cinta sama

