Kembali Terpaksa

1194 Kata

Kirana terjaga dari tidurnya, sesaat ia bingung dengan keberadaannya. Langit-langit ruangan yang pertama kali terlihat matanya tampak asing. Begitu juga alas tidurnya. Kirana bangkit duduk, memandang berkeliling. Dirinya masih berada di sofa di ruang tengah rumah Abizar. Ada kain selimut yang membungkus tubuhnya. Pantas saja ia merasa hangat. Ia mengusap wajahnya. Matanya berkeliling mencari jam, saat Bi Yani muncul dari pintu kaca yang membatasi ruang tengah dengan teras belakang. Perempuan itu tersenyum. “Selamat pagi, Mbak.” “Pagi, Bi…” Kirana menjawab pelan. “Saya ketiduran di sini ya?” “Iya. Tadinya mau dibangunkan, tapi Pak Abi nggak tega. Jadi, semalam saya diminta nemani Mbak Kirana tidur disini.” “Bi Yani yang temani?” “Iya. Saya tidur di sebelah sini. Bi Yani menunjuk sisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN