Kirana menjadi gusar setelah membaca pesan Rayyan. Ia tidak siap berinteraksi apapun dengan mantannya itu. Kirana pun mengabaikannya dengan tidak merespon. Dialihkannya pikirannya ke tugas-tugasnya hari ini. Sampai di kantornya, Alex dan timnya sudah berangkat. Kirana berjanji akan segera menyusulnya. Ia harus mengirimkan beberapa draft kerjasama dulu kepada calon-calon kliennya melalui email dan memberikan laporan kepada Pak Daniel. Ketika Kirana sedang membuka file di laptopnya, Rena masuk ke ruangannya membawa sebuah vas berisi bunga matahari berpita yang disela dengan kuntum-kuntum mawar senada. “Selamat ulang tahun Bu Kirana… Sebelum Ibu datang tadi, ada yang mengantarkan ini.” Rena tersenyum penuh arti. “Dari siapa?” “Aku nggak tahu, Bu. Hmm… Mungkin dari Mas Bewok, Bu!” Rena m

