Dua minggu berikutnya menjadi hari-hari yang sibuk bagi Kirana. Dia harus menghandle beberapa event sekaligus, selain juga membantu Alex dengan acaranya Bu Melissa. Tugas-tugas seperti mengejarnya sementara waktu tidak bisa berkompromi melambatkan temponya. Mama beberapa kali menelefonnya. Kirana hanya bisa menjawab singkat dan berjanji akan mengunjunginya jika sempat. Di sela keriuhan pekerjaannya, Kirana berharap Abizar menelefon atau mengiriminya pesan. Tapi, lelaki itu seperti menghilang dari ruang edar hidup Kirana. Begitu saja. Ada rasa kecewa yang tumbuh di dadanya, yang segera dihalaunya sendiri. Malam ini, hampir tengah malam Kirana baru bisa membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Ia sangat kelelahan dan matanya sangat berat. Kesadarannya hampir berpindah ke alam lelap ketika

