Kirana menempelkan sebagian tubuh dan tubuh dan keningnya di punggung Abizar. Dirinya dilanda ketakutan akan dikenali oleh Kania dan Rayyan. Dadanya bergemuruh sementara tubuhnya panas dingin. Marah, kecewa, cemburu, bercampur berkecamuk di pikiran dan hatinya. Abizar yang menyadari perbuatan Kirana, mendiamkan dan tidak bergerak. Ia bisa merasakan tubuh dan nafas Kirana bergetar cemas di punggungnya. Kirana mengintip dari sisi tubuh Abizar, Kania dan Rayyan berjalan melewati mereka tanpa menyadari keberadaannya. Ketika akhirnya keduanya menjauh, Kirana menarik nafas lega. Saat dikiranya Kirana sudah tenang, Abizar membalik badannya. Di hadapannya, dilihatnya tubuh Kirana berguncang dengan air yang mulai mengembang di pelupuk matanya. Cepat dirangkulnya bahu Kirana dan membimbingnya kel

