Dua hari Kirana menunggu kontak dari Kania. Bolak-balik ia mengecek telefon genggamnya, walau kemudian berbalas kecewa. Ketika akhirnya ia menjumpai pesan Kania, Kirana hampir melompat kegirangan. Tak peduli ia sedang di tengah meeting bersama Alex dan rekan lainnya. Kania : Aku lebih kangen. Nanti kita ketemu ya. Jari Kirana bergerak cepat membalas. Kirana : Kamu gimana kabarnya, Ka? Sekarang dimana? Kapan kita ketemu? Dimana? Ingin Kirana mengungkapkan semua pertanyaan di hatinya, namun nalurinya melarangnya menyebutkan nama Rayyan. Kanis : Aku baik. Aku di tempat aman. Kamu tenang saja. Nanti kuhubungi lagi. Kirana tertegun membaca pesan Kania. Ia segera beranjak keluar ruangan, sambil menekan panggilan ke nomor Kania. Tapi yang terdengar suara otomatis : nomor yang ada tuju seda

