Terjawab

1181 Kata

“Kamu sudah bertemu Rayyan, Ki?” Sejenak Kirana ingin menyembunyikan cerita tentang pertemuannya itu. Tetapi, ia dan Kania dulu sedekat jari telunjuk dan jari tengah. Dan kini, meski dirinya baru menjumpai Kania lagi setelah dua tahun lebih tidak bertemu, hati mereka otomatis terlekat kembali. Keduanya dapat membaca isi hati masing-masing. Sulit untuk berbohong. Setelah menarik nafas, Kirana pun menceritakan kronologis Rayyan memaksa menemuinya. Tentang tuduhan perselingkuhan, hingga keinginan gila Rayyan untuk kembali kepadanya. “Maaf, Ka. Aku nggak menyangka dia berubah menjadi manusia psikopat begitu.” Kania tersenyum. “Aku juga minta maaf, Ki. Sudah membuat kamu sakit hati. Tetapi setelah apa yang aku jalani, aku bersyukur Rayyan tidak memilih kamu menikah dengannya.” Kirana men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN