"Jadi Pak Arya adalah orang yang telah melamarku di masa lalu?" tanya Zara kaget. "Begitulah ," Isma menjawab dengan malas. "Kamu tidak menyukai Pak Arya kan sekarang?" selidik Isma. Zara diam tak menjawabnya, dia tak tau harus menjawab apa kepada Isma. "Aku tak akan memaafkanmu jika kamu menikungku!" lanjut Isma penuh penekanan, sepertinya dia serius dengan kata-katanya. "Is, aku...." Zara tak melanjutkan perkataannya. Dia akan membicarakan dulu hal ini dengan Arya, pikirnya. "Kamu suka Arya?" sekarang Isma tak memakai kata Pak lagi. "Aku pergi dulu! ada urusan penting!" ujarnya, sambil berlalu dengan muka masam. Dia merasa dikhianati oleh Zara. Zara mengejarnya. "Is, Isma!" Pekiknya tertahan. Isma sudah keluar dari kafenya, dan duduk di atas motornya. Zara berdiri di samp

