Zara pulang dari kantor antara senang bercampur kesal. Senang, setelah berbicara dengan Arya tadi siang. Dia merasa lega, karena sudah memberi jawaban kepada papanya Eva itu. Sementara kesal, karena sudah dimarahi atasan. Tapi, dia sadar diri ini semua adalah kesalahannya sendiri sih. Alhasil, Zara harus lembur. Anggap saja mengganti waktunya mengobrol tadi. Rumah Zara Zara terkejut, karena saat turun dari ojek onlinenya. Dia mendapati mobil yang dikenalnya. Seketika hatinya deg-egan tak karuan. Dadanya berdebar kencang, pipinya sampai terasa memanas. Ah Zara, kamu seperti ABG yang sedang kasmaran saja sih! Langkah kaki Zara tertahan, saat pekikkan seorang anak remaja terdengar memekakan telinga. Siapa lagi kalau bukan Eva. Bibir Zara maupun Eva sama-sama menyunggingkan senyuman.

