Nuri dan Ibrahim

1094 Kata

Setelah melepas kepergian Pak Kardi dan Ibu Faridah, Nuri dan ibu kepala cukup lama terdiam di pintu masuk. "Saya izin kembali lagi, Bu," ucap Nuri. "Tunggu sebentar, Nuri. Ibu mau tanya sesuatu dulu," Bu kepala menghentikan langkah Nuri. "Iya, Bu," "Bagaimana menurut kamu lamaran mereka?" "Saya belum tahu jawabannya, Bu." "Kalau saran dari Ibu lebih baik kamu coba saja kenalan dulu, Nuri. Gak usah langsung menikah." "Saya gak tahu, Bu. Harus saya pikirkan dulu." "Iya, pikirkanlah dulu sebelum memberi jawaban. Tetapi ingat juga, waktu kamu di sini tinggal satu tahun lagi. Kalau kamu punya tempat yang dituju bukankah itu lebih menenangkan. Kata orang tuanya, Diki sudah bekerja padahal masih kuliah. Mungkin anaknya pekerja keras. Pak Kardi dan bu Faridah juga baik, bukannya kita kena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN