Diki

1314 Kata

Suatu malam selepas Diki dan Nuri bercinta. Diki terbangun setelah kelelahan bercinta dengan Nuri. Dilihatnya Nuri tidur pulas di lengan kirinya. "Kenapa aku tidak bisa mencintaimu Nuri? Padahal tidak ada kurang darimu," ucap Diki dalam hati. Disingkirkan dengan lembut rambut-rambut yang menutupi kening Nuri. Dipehatikannya wajah Nuri. Alisnya kecil, tebal dan rapi. Matanya meneduhkan, bulu matanya telihat proposional untuk matanya yang teduh, bibir tipis, hidung kecil yang sedikit mancung dan dagu yang imut. Wanita dengan paras teduh dan manis itu telah dia sia-siakan. Alasannya sepele, dia ingin mempertahankan perkataannya bahwa dia tidak akan pernah bisa mencintai Nuri sampai kapanpun. Meskipun sering kali Diki hampir jatuh cinta pada Nuri tapi sering kali juga Diki pura-pura tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN