BAB 32

773 Kata

Sebesar apa pun harapan Aerosha Tania untuk merasa baik-baik saja, nyatanya harus dihancurkan hanya dalam hitungan detik ketika Papanya datang dan kembali menegaskan keinginannya untuk berpisah dengan sang Mama. Aerosha hanya diam, tanpa tahu harus berbuat apa selain mengulas senyum hambarnya. "Ocha dengan saya. Saya tidak yakin dengan kondisi kamu yang seperti ini, kamu bisa memberinya kebahagiaan. Kamu akan merepotkan putri saya," katanya seolah tanpa beban. Laki-laki dewasa itu harusnya paham dengan kondisi dan situasi, bukan bertingkah seenaknya seperti sekarang. Terlebih Mama Ocha tengah sakit. Mama Ocha tampak kebingungan, ya jelas saja, wanita itu tengah mengalami amnesia, dan ia lupa siapa laki-laki yang berdiri di depannya yang langsung mengatakan Ocha akan ikut bersamanya. Bia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN