Ocha berjalan dengan kepala tertunduk, tangannya masih setia mengusap pipinya yang masih memanas karena perbuatan Saga tadi. Terlalu fokus menunduk membuat Ocha tidak menyadari langkah kakinya. Cewek itu hampir berteriak mendengar pekikan seseorang. "Ya Tuhan Aerosha, kamu kalau jalan hati-hati dong. p****t Ibu jadi nyium lantai kan?" Suara itu membuat Ocha terkaget. Ternyata ia telah menabrak Bu Mira, salah satu guru kesenian sekolahnya. Bu Mira tampak mengambil beberapa tumpukan kanvas yang sepertinya merupakan karya lukis milik adik kelasnya. Seharusnya memang iya kalau Ocha tidak lupa, Bu Mira ini guru seni yang hanya mengajar di kelas sepuluh saja. Dasar Ocha. Lupa dan o'on kok dijadikan hobi! "Ma-maaf Bu, Ocha nggak sengaja." Ocha membantu memunguti kanvas-kanvas yang berceceran

