"Lo apain Ocha?" Tanya Saga seraya menarik kerah baju Arven, ketika Arven baru membaringkan tubuh Ocha di brangkar UKS. Arven memutar bola matanya. "Bukan gue yang giniin Ocha," balasnya kesal, "Lo jangan main nuduh kalau nggak ada bukti!" Lanjutnya. Saga tertawa. "Lo nggak bisa bohongin gue, Ven. Sekarang lo jujur, lo udah apain Ocha sampai dia pingsan gitu?!" Tuduhnya kesal. "Harus berapa kali gue bilang, kalau bukan gue pelakunya!" Arven menghempaskan cekalan tangan Saga dari kerah baju putihnya. Namun Saga kembali mencengkeram kerah itu. Mereka berdua terus berdebat, seolah lupa dengan keadaan Ocha. Seharusnya mereka, memanggil petugas UKS untuk memeriksa Ocha. "Gue rasa nanti aja kita adu mulutnya, kalau perlu adu otot sekalian. Tapi, dengan otak berkapasitas minimal gue, gue ra

