Saga masuk ruang rawat Ocha dengan wajah kucelnya. Cowok itu langsung menyenderkan tubuhnya di dinding. Ocha dan Mamanya yang melihat kedatangan Saga, hanya bisa memandang kasihan ke arah cowok berusia delapan belas tahun yang terlihat sangat kelelahan itu. "Baru pulang, Ga?" Tanya Mama Ocha heran karena Saga masih memakai seragam putih abu-abunya. "Iya Tan," balas Saga sopan. Tubuh tinggi tegapnya sudah ia tegakkan demi menjaga kesopanan. Saga lupa jika Ocha tengah ditemani Ibunya. "Kok Kak Saga langsung ke sini? Nggak istirahat di rumah dulu? Kakak kayaknya capek gitu," kata Ocha dengan suara yang terdengar lemah. Hari ini, hari kedua Ocha dirawat di rumah sakit. "Yah, kalau ke rumah dulu bawaannya males mau keluar rumah. Mending kan langsung ke sini," kata cowok itu. "Bilang aja m

